1. Kurangnya keterampilan, pengalaman dan pengetahuan anak buah kapal bagian mesin terhadap keselamatan kerja 2. Tingkat kebisingan dan getaran diatas batas normal. 3. Perlengkapan keselamatan kerja atau alat pelindung diri bagi anak buah kapal kurang diperhatikan. 4. Salah satu Air Blower di kamar mesin tidak berfungsi. 5. Penerangan tidak
kapal. Untuk life raft hanya di 3 kapal. Peralatan komunikasi (C) HF radio dan bendera negara tersedia di semua kapal, sedangkan bendera isyarat hanya di 3 kapal, pemadam kebakaran (D) tersedia di semua kapal, sedangankan selang, pompa, hidran dan nozle tidak tersedia. Secara umum penerapan kesehatan dan keselamatan kerja di kapal
Tujuan dari penelitian ini adalah untuk menjelaskan program keselamatan dan kesehatan kerja di kapal sebagai bagian dari manajemen. Program keselamatan dan kesehatan kerja, antara lain; penyuluhan
nya bagi para setiap anak buah kapal yang baru Dalam pemberian sanksi-sanksi kepada ABK yang bekerja di atas kapal. adapun tujuan familiarisasi melanggar peraturan harus bersifat tegas, tidak tersebut adalah, untuk memberikan penjelasan memandang siapa orangnya, jabatan maupun kepada setiap anak buah kapal yang berkenaan lamanya masa kerja agar
Aktifitas kerja nelayan Pantura Indramayu, tidak luput dari risiko kecelakaan kerja. Dari tahun 2013 sampai Juni 2014 di pelabuhan Karangsong Indramayu tercatat 29 kasus kecelakaan dengan korban 39 hilang/meninggal dunia. Kecelakaan kerja nelayan harus dicegah, maka perlu dilakukan studi guna menganalisis faktor risiko terjadinya kecelakaan kerja
Pengaruh Gaya Kepemimpinan dan Ketrampilan Kerja Tim di Kapal Terhadap Keselamatan Pelayaran Menurut Undang -Undang Pelayaran S.Teguh Wiyono1*, Kuncowati1 1Universitas Hang Tuah Surabaya,Jl.Arif Rahman Hakim No.150 Surabaya *Corressponding Author E-mail : rogersts60@gmail.com Hp.081330547914 Abstrak
oYN8. 429 203 466 323 89 159 195 62 342
keselamatan kerja di kapal